Sunday, September 30, 2012

Bila Ini Lelah

Pagi yang ceria
Kicauan tak malu bermanja
Pun dengan dingin semu embun menari ria
Ah...indahnya fana
Tak bercela tak bernoda tak ada pula beban bersenda

Tapi apa ini apa
Terlipat rapi menekuk tak mau buka kaki
Sebilah gurat sepi senyum hanya di hati
Seperti barisan buku rapi
Senjata rahasia usang berdebu
Tapi apa ini apa
Kepak sayap merengek-rengek
Atau patuhnya alas menanti terinjak-injak
Tetap saja rapi menekuk, ataukah terpuruk?

Oh...ini lelah
Kado hadiah dari gelisah dan tapak tanpa arah
Kesetiaan dari harapan dalam angan
Oh...ini lelah
Ilusi dari lari yang tak pernah mati
Perasaan mengerti tak kunjung henti
Ataukah logika hati tanpa dasar
Kertas putih yang telah dirobek kasar

Bila ini lelah
Sejenak tinggalkan diri ini kan bangun
Bila ini lelah
Hendakkah masih penerjemah ucap menemani
Bila ini lelah
Sudikah kau disini tertawa menari sekedar senyumlah hadiah
Mungkin ini lelah
Biarkan ia rebah kini
Biarkan asa mengayuh nanti

Monday, September 24, 2012

Diam

Dingin, ya dingin
Bukannya malam identik dengan dingin
Atau redup cahaya yang kau kenang
Ataukah senyap dari suara yang tak mampu tuk berucap?

Oh..itu diam
Ya, bisu tanpa nada irama
Itu diam
Mungkin tak ada bahasa, kata, mungkin juga rahasia hampa
Apakah sang kelam juga diam
Diam kah suatu semu yang rapi terlena di hati
Kusam, mungkin diam itu kusam
Suram, adakah noda pena ataupun cerita udara tuturkan diam
kuatkah ia..
atau lunglai tanpa daya
Seperti dunia tanpa cahaya

Alasan untuk diam
Luap jauh daripada setumpuk jerami lagu
Lalu sang paham  pun bertanya
Jikalau rasa membuncah dari penjara kepala
Jikalau bilangan rasional jumlah ombak sudah menyusun melodi
Ataupun seruak bunga di padang sudah tertawa dan menari
Menebar dandelion
Masihkah kau memilih untuk diam?

Saturday, September 22, 2012

Perasaan tak tersampaikan

Mungkin malam ini langit tertawa
Mengapa? Ini lucu?
Hei, lama tak bersua
Apa ini sapa pertamamu
Tahukah kau ini sebuah cerita baru
Belum berdebu, belum haru, ataupun habis deru
Sebenarnya ini benar-benar hal baru
Fatamorgana pun tak mampu melisankan ini

Kau tahu di tempat aku menimba ilmu
Mataku dicuri oleh bunga semu
Elok, cerah, tebal, dan wangi
Ya, pandanganku terlalu cepat dicuri
Sampai-sampai aku baru saja menyadari
Ada bagian di diri yang ikut terbawa arus
Lupakan dahaga keras akan haus

namun sayang seribu sayang
Ketika dugaan sudah menyapa dengan riangnya
Sepertinya bunga sudah tumbuh di padang irama
Padang irama nun jauh disana
Ya aku termangu
Kalau ini sungai, sungai yang belum sampai ke laut
kering di tengah, arusnya terengut

Duga seribu duga
Memang ini hanya sebatas duga
namun mata mulai terbuka
Sang bunga sudah merajut senyum
Rapi tersimpan seseorang dikulum

Berakhirkah sebelum usai?

Abstract

Suatu saat kita kan bertanya
Mengapa malam kelam selalu sahabat resah gelisah yang parah
Suatu saat kita kan bertanya
Mengapa hujan teman dari hujan yang lain
Suatu saat kita kan bertanya..

Coba dengar kalau angin sudah berbisik
Menumpah berita membawa rasa yang terusik
Pandang pun mendengar dengan jelas
Menderu dalam berlalu
Merasa selalu dan selalu
Namun dia sembunyi
tanpa alasan penuh arti
ataukah hanya fatamorgana hati

Pulpen pensil saja mampu berbicara
hanya diam kah bibir?
Kalimat kalimat saja bercerita
hanya memendam kah hati?

Wednesday, February 22, 2012

Hidup

Ku bersimpuh aku tengadah
Lelah ratapi gundah yang kekal
Tapi aku tertawa
Merajut senyum senyum penghapus dahaga
Menyeret tapak tapak basah
Langkahnya orang orang fana
Tak pernah tampak jelas bila kau lihat

Dan terus,
Buatku terpana dengan malam
Meremas remas tekad tekad tak jelas
Sudah bias
Sudah tak berparas

Sadarilah
kalau saja semua sama
Takkan pernah ceria singgah bermain di dunia fana ini
Maka aku berbeda
Namun aku nyata
Aku tak pernah mencaci keadaan
Dan membunuh waktu
Yang sudah henyak diinjak

Kalau saja aku terbang
Pesawat pun kan tertabrak
Karena indera ini sudah pias
menuntut bahasa bahasa pengertian pada semesta
Tuk menempaku kemana kamu berada

Bunga pun mengerti
mana kumbang biadab
Mana kumbang beradab

Maka letakkanlah
nafas nafas bahagia hidup ini
selalu dan selalu
Hingga sanubari

Wednesday, August 3, 2011

Posesif

Posesif.
Apakah posesif itu?
Dalam kamus besar bahasa Indonesia posesif mempunyai definisi bersifat merasa menjadi pemilik; mempunyai sifat cemburu, hati dan pikiran saya padanya;

Posesif adalah salah satu sifat yang sering melanda anak-anak muda yang sedang dalam masa pacaran. Seringkali sebagai seorang pacar, seseorang merasa harus selalu tahu lawan jenisnya dimana, sedang apa, siapa saja yang bersamanya, adakah lawan jenis lainnya di dekat dia, bahkan dalam tingkat posesif yang parah, tidak memperbolehkan pasangannya untuk berinteraksi dengan lawan jenis lainnya. Parahnya lagi sang kekasih ini menurut menurut saja pada pasangannya yang posesif. Akibatnya, pergaulannya sempit, terkekang, depresi, dan banyak hal lain yang bisa muncul.

Ok guys, dalam pacaran yang sebenarnya dalam Islam itu tidak ada, kita itu belajar untuk berbagi, belajar bagaimana memberikan perhatian, belajar untuk saling menghormati, belajar bertanggung jawab, belajar untuk menjadi pribadi yang bisa diandalkan, tapi bukan berarti dengan telah memberi kita bebas mengatur pasangan kita. Ini yang sering menjadi dilema mereka yang mengalami masa pacaran, enah karena serius ataupun hanya terbawa emosi masa muda, sering kita sudah terlanjur berpikir pacar kitalah yang akan menjadi pasangan kita, sampai nanti sampai mati. Tidak guys, hanya Allah swt yang Maha Tahu lah yang menyimpan rahasia siapa jodoh kita sebenarnya.

Ini bukanlah zaman pingit-memingit, zaman pengekang, seperti pada abad-abad dulu. Saya beritahu satu hal guys, saat kita punya pacar, kita berharap pacar kita tidak akan melakukan interaksi dengan lawan jenis lainnya? Its impossible guys, sangat mustahil! Di sekolah, tempat dia beraktivitas, dimanapun, pasti ada guys. Memangnya kalian mau membuat pasangan kita kuper bin depresi karena kurangnya komunikasi?

Terlebih umur yang masih muda, tentulah masih senang-senangnya bercengkrama dengan teman-teman, bahkan ada sahabat lawan jenis pasangan yang lebih akrab dari diri kita sendiri. Sakit? Ya resiko teman-teman! Siapa suruh pacaran, pepatah bilang " Bila takut sakit , janganlah mencintai". anda takut patah hati, maka janganlah memulai hubungan cinta. Terkecuali memang sudah saatnya anda menikah, ikatan janji suci atas dasar Allah swt.

Ok guys, bukannya tidak ada jalan, pastilah ada jalan agar tidak ada pihak yang tersakiti, maka dari itu saat hendak memulai hubungan, tentukanlah di awal hendak berjalan seperti apa hubungan itu, hendak sampai mana, apakah serius ataukah hanya belajar, an bila hubungan itu menemui jalan buntu, berpisahlah dengan baik-baik. Ingat selalu, kita belajar berbagi kasih sayang dan semangat, bukan merampas kehidupan seseorang

Yang pasti guys, tidak ada kepastian siapa jodoh kita, manusia berencana, Tuhanlah yang menentukan. Tapi tetaplah hormati pasanganmu, hindarilah pacaran yang merusak, hormatilah norma-norma agama, selalu berdoa memohon perlindungan, dan selalu bersihkanlah hati kita. :)



"Manusia berencana, Tuhanlah yang menentukan"

Sunday, July 31, 2011

Pepatah Bijaksana Keledai

Di hari libur sebelum bulan puasa, saya dan teman saya akan mengikuti seminar di kampus, hari itu adalah hari Sabtu 30 Agustus 2011, lalu sebelum seminar dimulai, saya mengbrol dengan Roni teman saya itu dulu, banyak hal yang kami bicarakan, tapi ada salah satu yang masih saya ingat, yaitu saat dia bercerita bahwa dosen pembimbingnya pernah bilang,
"Kita pasti akan terus jatuh, setelah lubang pertama, akan ada yang kedua, dan akan ada lagi yang ketiga, terus dan terus".

Lalu saya teringat suatu pepatah "Keledai tidak akan pernah jatuh dua kali di lubang yang sama".

Disini saya mengerti akan satu hal, keledai memang tidak akan pernah jatuh lagi di lubang yang sama, tapi bagaimana dengan lubang yang lain? Ya, kemungkinan besar dia bisa jatuh di lubang yang lain, namun setelah jatuh di lubang yang lain itu, dia tidak akan pernah menjatuhinya lagi, samapai ada lagi lubang yang lain.Begitulah seterusnya, itu menandakan keledai selalu belajar dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Begitulah filosofinya dalam hidup kita, kita bisa terjatuh, saat kita bangkit, bukan tidak mungkin kita akan jatuh lagi, tapi seperti halnya keledai, janganlah jatuh lagi karena hal yang sama.

Oleh karena itu janganlah takut terjatuh, karena kita pasti akan selalu menemui lubang dan jatuh, yang pasti kita harus bangkit dan bangkit lagi, jangan pernah menyerah dalam hidup ini guys :) .