Sunday, March 13, 2022

Pernahkah Kalian

Pernahkah kalian

Kehilangan begitu banyak dalam satu hari

Pernahkah kalian

Tidak pernah mengira apa yang abadi menjadi sementara lalu pergi


Kita semua memupuk harapan

Kita semua mengharap keajaiban

Beberapa beruntung mewujudkan

Beberapa menjaga asa di akhir perjalanan


Ku lebih suka jawaban

Daripada erangan pertanyaan

Terlebih tak bertuan

Namun izinkan nona dan puan

Saya yang peminta tak berkesudahan

Terus menostalgiakan tanya tanpa kepemilikan

Mengapakah bertahan tiada dalam pilihan

Mengapakah percaya asa dan cinta tidak sudi berjalan

Mengapa belum juga ingin dikabulkan


Wahai nona

Hadirku hadirkan luka

Ucapku ucapkan kata yang kau ragukan

Lakuku adalah laku semu di matamu


Wahai nona

Tak sudi kiranya aku setujukan

Kalimat pergilah kau harus bahagia

Aku tiada sanggup terus berdusta pada dunia

Tapi nona

Bila nyataku jauhkan mu dari bahagia

Biar sejati kujadikan sandiwara

Berlaku semenjana waktu ke waktu ke waktu


Kini swastamita dan arunika sendiri ku pandangnya

Apa kupunya kini ku tak punya apa


Kabulkanlah doa dari ini sang penghamba

Bahagialah

Bahagialah

Monday, March 4, 2019

 “The toughest battle you’ll ever fight in your life is the battle within yourself.”

Wednesday, February 27, 2019

Dan takut lah
Dan risau lah
Karena engkau manusia
Nuranimu mencipta rasa
Ragamu nyata
Hatimu bisa berkata

Kemudian jangan lah takut
Kemudian jangan lah risau
Bukan kah apa yang melewatkanmu
Tiada ditakdirkan untukmu
Dan karena bukankah yang ditakdirkan untukmu
Tiada akan pernah melewatkanmu

Man shabara zafira

Tuesday, February 26, 2019

Takut itu normal
Saya yakin setiap orang, siapapun itu pasti pernah merasakan takut.
Takut ini, takut itu, takut apapun.
Hanya yang membedakan, lebih banyak takut akan apanya.

Jangan takut untuk merasa takut
Dan begitulah manusia disempurnakan
Takutmu menjadikan tindakanmu bijaksana
Takutmu menjadikanmu rendah hati
Takutmu membuatmu berusaha

Jangan takut pun untuk mengalahkan rasa takut
Agar takut tidak menakutimu sepanjang usia

Satu hal yang takut aku pikirkan
Apakah setiap orang, semua, pernah takut kehilangan?

Monday, February 11, 2019

Hujan ini hanya menambah rindu yang tak tuntas

Rindu ini terbalas
Sang kasih terus mengukir senyum pada paras

Hanya jarak yang sedang membuai
Jeda waktu sedang menggoda melambai
Menguak beriak hausnya temu
Mengerat teriak halusinasi rindu

Hujan ini deras
Hanya membuat rindu menjadi tak tuntas
Menjadi panjang dan tanpa batas
Bisakah ku pintas?

Sunday, February 10, 2019

Pada dingin ku menyerah
Pagi yang dibuat basah
Hujan yang kesah pada serasah

Pada dingin ku menyerah
Dan aku tenang
Dari semua kenang

Pada dingin ku menyerah
Meninggal khayal di ufuk fana
Pada mimpi semu yang meninggal lena
Pada ego yang tak berguna

Pada dingin ku menyerah
Aku hanya ingin terlelap
Sampai hari gelap
Dan gelap kembali kilap

Pada dingin
Aku tenangkan semua
Aku serahkan semua

Thursday, January 10, 2019

Bagai siang yang memerah
Hati ini marah
Fana pada arah
Tanpa henti lantun sendiri tuk berhenti usah
Tapi gundah dalam serah
Benar membuat arang rasa patah

Dan bukankah Tuhan
Selalu berikan apapun jalan
Entah kesempatan entah tujuan
Maka bolehkah aku Tuhan
Memohonkan kalbu tanpa keraguan
Bolehkah aku mintakan
Penerimaan
Dan
Menerimakan

Saturday, June 22, 2013

Untold words

Dulu.
Ya dulu
Pernah aku menjadi seorang bodoh pemegang prinsip mutlak bahwa dalam 1 ya satu, tidak ada yang dua apalagi tiga. Sebodohnya prinsip itu di dunia penuh sandiwara ini, aku tetap bangga menjadi seorang yang tak perlu bermain di banyak permainan. Ah, bukan, bukan permainan, aku tak pernah bermain-main. Seperti lebah yang mempertaruhkan nyawanya dalam sekali sengat. Tapi berkali-kali pula prinsip itu menjadi onggokan rongsokan kata-kata dan bualan. Ya, para pengkhianat sampah yang hanya mementingkan keegoisannya sendiri itu. Berkali kali kusalahkan mereka, ya orang lain itu. Pesandiwara buruk yang membuatku muak, yang tak kupungkuri adalah yang memang aku perjuangkan.

Tapi tidak, dunia mengajarkanku, orang lemah yang hanya bisa membicarakn kebenaran itulah bualan yang sebenarnya. Tapi...
Ya prinsip mengatakan bahwa kebenaran melahirkan kekuatan, prinsip lain mengatakan kita harus kuat untuk menegakkan kebenaran. Arrggghhhh....
Dunia macam apa ini, dunia penuh drama, penuh caci puji entah mana yang realita mana yang dusta, yang membawa bahagia yang membawa derita, sama saja semua. Tumpukan omong kosong yang bisa kau sebut, tumpukan sikap bohong yang bisa mereka tampakkan.

Yah, persepsi tidak lahir dalam semalam sehari, pengalaman yang membuatnya. Kukira semua itu percuma, kukira sudah terlalu banyak pundi-pundi dusta, kukira memang terlalu banyak noda pengiris miris.

Tidak, aku tahu dengan pasti masih ada mereka penjunjung prinsip mutlak. Aku melihatnya, aku mendengarnya, aku mempercayainya, dan bahkan aku bersamanya.

Tapi beginilah sayang Tuhan, memberikan yang dibutuhkan bukan yang diinginkan. Sedari ku sadar ketidaksamaan ini lah laut lintas luas tak terbatas yang harus kusebrangi.

"Why do you do impossible thing?"

Justru karena tidak mungkin lah maka enyah kalian suara lemah tong kosong, orang lemah penganggap benar. Hanya orang kuat yang mengerti, dan aku kuat!

Ya, mungkin padang bunga yang pernah dilewati sekian banyak, tapi saat ini aku tak mampu mengucap apapun, bukan tak bisa kulukis, tapi melihatku pun semua bisa melihatnya, aku bahagia.

Beginilah dunia fana, kalau angin menyapu lembut, tapi ombak karang jujur, bahwa sesuatu yang tidak bisa manusia lakukan, bisa Tuhan lakukan.

Sesekali aku ingin menjadi manusia biasa :
"mengapa harus ada perpisahan ya?"
"Mengapa ada ketidaksamaan?"
"Mengapa waktu dan jarak tega menjadi pemisah sejati yang terlalu sulit untuk dikalahkan?"
"Mengapa selalu begini?"
"Mengapa rasa ini tak bisa diteruskan"

 Tuhan selalu punya jalan. ;)

Wednesday, October 17, 2012

untitle

Menebak mungkin artinya berlari
Menganggap mungkin suasananya akan pergi
Merasa mungkin saja itu cuma ilusi

Tapi peduli apa
Ini dunia bukan sekedar fana
Punya cara punya bahasa dan pula impian nyata
Bukankah menyerah itu lelah
Kalau ini basah tidakkah perlu gerah
Atau mungkin tawa ini hiperbola

Tidak
Dia, panggil saja waktu
Tegas selalu di depan sana
Membuka semua
Memaksa ataupun sengaja

Sunday, September 30, 2012

Bila Ini Lelah

Pagi yang ceria
Kicauan tak malu bermanja
Pun dengan dingin semu embun menari ria
Ah...indahnya fana
Tak bercela tak bernoda tak ada pula beban bersenda

Tapi apa ini apa
Terlipat rapi menekuk tak mau buka kaki
Sebilah gurat sepi senyum hanya di hati
Seperti barisan buku rapi
Senjata rahasia usang berdebu
Tapi apa ini apa
Kepak sayap merengek-rengek
Atau patuhnya alas menanti terinjak-injak
Tetap saja rapi menekuk, ataukah terpuruk?

Oh...ini lelah
Kado hadiah dari gelisah dan tapak tanpa arah
Kesetiaan dari harapan dalam angan
Oh...ini lelah
Ilusi dari lari yang tak pernah mati
Perasaan mengerti tak kunjung henti
Ataukah logika hati tanpa dasar
Kertas putih yang telah dirobek kasar

Bila ini lelah
Sejenak tinggalkan diri ini kan bangun
Bila ini lelah
Hendakkah masih penerjemah ucap menemani
Bila ini lelah
Sudikah kau disini tertawa menari sekedar senyumlah hadiah
Mungkin ini lelah
Biarkan ia rebah kini
Biarkan asa mengayuh nanti

Monday, September 24, 2012

Diam

Dingin, ya dingin
Bukannya malam identik dengan dingin
Atau redup cahaya yang kau kenang
Ataukah senyap dari suara yang tak mampu tuk berucap?

Oh..itu diam
Ya, bisu tanpa nada irama
Itu diam
Mungkin tak ada bahasa, kata, mungkin juga rahasia hampa
Apakah sang kelam juga diam
Diam kah suatu semu yang rapi terlena di hati
Kusam, mungkin diam itu kusam
Suram, adakah noda pena ataupun cerita udara tuturkan diam
kuatkah ia..
atau lunglai tanpa daya
Seperti dunia tanpa cahaya

Alasan untuk diam
Luap jauh daripada setumpuk jerami lagu
Lalu sang paham  pun bertanya
Jikalau rasa membuncah dari penjara kepala
Jikalau bilangan rasional jumlah ombak sudah menyusun melodi
Ataupun seruak bunga di padang sudah tertawa dan menari
Menebar dandelion
Masihkah kau memilih untuk diam?

Saturday, September 22, 2012

Perasaan tak tersampaikan

Mungkin malam ini langit tertawa
Mengapa? Ini lucu?
Hei, lama tak bersua
Apa ini sapa pertamamu
Tahukah kau ini sebuah cerita baru
Belum berdebu, belum haru, ataupun habis deru
Sebenarnya ini benar-benar hal baru
Fatamorgana pun tak mampu melisankan ini

Kau tahu di tempat aku menimba ilmu
Mataku dicuri oleh bunga semu
Elok, cerah, tebal, dan wangi
Ya, pandanganku terlalu cepat dicuri
Sampai-sampai aku baru saja menyadari
Ada bagian di diri yang ikut terbawa arus
Lupakan dahaga keras akan haus

namun sayang seribu sayang
Ketika dugaan sudah menyapa dengan riangnya
Sepertinya bunga sudah tumbuh di padang irama
Padang irama nun jauh disana
Ya aku termangu
Kalau ini sungai, sungai yang belum sampai ke laut
kering di tengah, arusnya terengut

Duga seribu duga
Memang ini hanya sebatas duga
namun mata mulai terbuka
Sang bunga sudah merajut senyum
Rapi tersimpan seseorang dikulum

Berakhirkah sebelum usai?

Abstract

Suatu saat kita kan bertanya
Mengapa malam kelam selalu sahabat resah gelisah yang parah
Suatu saat kita kan bertanya
Mengapa hujan teman dari hujan yang lain
Suatu saat kita kan bertanya..

Coba dengar kalau angin sudah berbisik
Menumpah berita membawa rasa yang terusik
Pandang pun mendengar dengan jelas
Menderu dalam berlalu
Merasa selalu dan selalu
Namun dia sembunyi
tanpa alasan penuh arti
ataukah hanya fatamorgana hati

Pulpen pensil saja mampu berbicara
hanya diam kah bibir?
Kalimat kalimat saja bercerita
hanya memendam kah hati?

Wednesday, February 22, 2012

Hidup

Ku bersimpuh aku tengadah
Lelah ratapi gundah yang kekal
Tapi aku tertawa
Merajut senyum senyum penghapus dahaga
Menyeret tapak tapak basah
Langkahnya orang orang fana
Tak pernah tampak jelas bila kau lihat

Dan terus,
Buatku terpana dengan malam
Meremas remas tekad tekad tak jelas
Sudah bias
Sudah tak berparas

Sadarilah
kalau saja semua sama
Takkan pernah ceria singgah bermain di dunia fana ini
Maka aku berbeda
Namun aku nyata
Aku tak pernah mencaci keadaan
Dan membunuh waktu
Yang sudah henyak diinjak

Kalau saja aku terbang
Pesawat pun kan tertabrak
Karena indera ini sudah pias
menuntut bahasa bahasa pengertian pada semesta
Tuk menempaku kemana kamu berada

Bunga pun mengerti
mana kumbang biadab
Mana kumbang beradab

Maka letakkanlah
nafas nafas bahagia hidup ini
selalu dan selalu
Hingga sanubari

Wednesday, August 3, 2011

Posesif

Posesif.
Apakah posesif itu?
Dalam kamus besar bahasa Indonesia posesif mempunyai definisi bersifat merasa menjadi pemilik; mempunyai sifat cemburu, hati dan pikiran saya padanya;

Posesif adalah salah satu sifat yang sering melanda anak-anak muda yang sedang dalam masa pacaran. Seringkali sebagai seorang pacar, seseorang merasa harus selalu tahu lawan jenisnya dimana, sedang apa, siapa saja yang bersamanya, adakah lawan jenis lainnya di dekat dia, bahkan dalam tingkat posesif yang parah, tidak memperbolehkan pasangannya untuk berinteraksi dengan lawan jenis lainnya. Parahnya lagi sang kekasih ini menurut menurut saja pada pasangannya yang posesif. Akibatnya, pergaulannya sempit, terkekang, depresi, dan banyak hal lain yang bisa muncul.

Ok guys, dalam pacaran yang sebenarnya dalam Islam itu tidak ada, kita itu belajar untuk berbagi, belajar bagaimana memberikan perhatian, belajar untuk saling menghormati, belajar bertanggung jawab, belajar untuk menjadi pribadi yang bisa diandalkan, tapi bukan berarti dengan telah memberi kita bebas mengatur pasangan kita. Ini yang sering menjadi dilema mereka yang mengalami masa pacaran, enah karena serius ataupun hanya terbawa emosi masa muda, sering kita sudah terlanjur berpikir pacar kitalah yang akan menjadi pasangan kita, sampai nanti sampai mati. Tidak guys, hanya Allah swt yang Maha Tahu lah yang menyimpan rahasia siapa jodoh kita sebenarnya.

Ini bukanlah zaman pingit-memingit, zaman pengekang, seperti pada abad-abad dulu. Saya beritahu satu hal guys, saat kita punya pacar, kita berharap pacar kita tidak akan melakukan interaksi dengan lawan jenis lainnya? Its impossible guys, sangat mustahil! Di sekolah, tempat dia beraktivitas, dimanapun, pasti ada guys. Memangnya kalian mau membuat pasangan kita kuper bin depresi karena kurangnya komunikasi?

Terlebih umur yang masih muda, tentulah masih senang-senangnya bercengkrama dengan teman-teman, bahkan ada sahabat lawan jenis pasangan yang lebih akrab dari diri kita sendiri. Sakit? Ya resiko teman-teman! Siapa suruh pacaran, pepatah bilang " Bila takut sakit , janganlah mencintai". anda takut patah hati, maka janganlah memulai hubungan cinta. Terkecuali memang sudah saatnya anda menikah, ikatan janji suci atas dasar Allah swt.

Ok guys, bukannya tidak ada jalan, pastilah ada jalan agar tidak ada pihak yang tersakiti, maka dari itu saat hendak memulai hubungan, tentukanlah di awal hendak berjalan seperti apa hubungan itu, hendak sampai mana, apakah serius ataukah hanya belajar, an bila hubungan itu menemui jalan buntu, berpisahlah dengan baik-baik. Ingat selalu, kita belajar berbagi kasih sayang dan semangat, bukan merampas kehidupan seseorang

Yang pasti guys, tidak ada kepastian siapa jodoh kita, manusia berencana, Tuhanlah yang menentukan. Tapi tetaplah hormati pasanganmu, hindarilah pacaran yang merusak, hormatilah norma-norma agama, selalu berdoa memohon perlindungan, dan selalu bersihkanlah hati kita. :)



"Manusia berencana, Tuhanlah yang menentukan"

Sunday, July 31, 2011

Pepatah Bijaksana Keledai

Di hari libur sebelum bulan puasa, saya dan teman saya akan mengikuti seminar di kampus, hari itu adalah hari Sabtu 30 Agustus 2011, lalu sebelum seminar dimulai, saya mengbrol dengan Roni teman saya itu dulu, banyak hal yang kami bicarakan, tapi ada salah satu yang masih saya ingat, yaitu saat dia bercerita bahwa dosen pembimbingnya pernah bilang,
"Kita pasti akan terus jatuh, setelah lubang pertama, akan ada yang kedua, dan akan ada lagi yang ketiga, terus dan terus".

Lalu saya teringat suatu pepatah "Keledai tidak akan pernah jatuh dua kali di lubang yang sama".

Disini saya mengerti akan satu hal, keledai memang tidak akan pernah jatuh lagi di lubang yang sama, tapi bagaimana dengan lubang yang lain? Ya, kemungkinan besar dia bisa jatuh di lubang yang lain, namun setelah jatuh di lubang yang lain itu, dia tidak akan pernah menjatuhinya lagi, samapai ada lagi lubang yang lain.Begitulah seterusnya, itu menandakan keledai selalu belajar dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Begitulah filosofinya dalam hidup kita, kita bisa terjatuh, saat kita bangkit, bukan tidak mungkin kita akan jatuh lagi, tapi seperti halnya keledai, janganlah jatuh lagi karena hal yang sama.

Oleh karena itu janganlah takut terjatuh, karena kita pasti akan selalu menemui lubang dan jatuh, yang pasti kita harus bangkit dan bangkit lagi, jangan pernah menyerah dalam hidup ini guys :) .

Friday, July 8, 2011

Kesetiaan

" Kamu harus percaya, aku nggak bakal ninggalin kamu, aku janji"
" Aku janji aku bakal setia"
Pacaran. Siapa sih yang gak kenal kata ini? Walaupun dalam Al Qur'an tidak ada yang namanya pacaran, tapi banyak, bahkan hampir semua orang pernah mengalaminya atau bahkan sedang menjalaninya. Rasa suka yang diikuti rasa ingin memiliki dan selalu bersama lawan jenis yang kita sukai.

Dalam hubungan pacaran tentunya kita mengenal kata kesetiaan, janji, komitmen, kejujuran, sayang, dan kata lainnya. Biasanya berbagai macam alasan yang kita temukan saat orang ingin berpacaran. Ada yang ingin coba-coba, ada yang ingin belajar berkomitmen, ada yang jalani saja dulu, ada yang berniat mengakhirinya dengan ke jenjang yang lebih tinggi. Memang komitmen itu sendiri sebaiknya dibicarakan sejak awal pacaran. Walaupun kita masih muda dan beranggapan jodoh di Tangan Tuhan, kita tetap tidak boleh menjadikan pacaran ajang menyakiti orang lain ataupun ajang bermain. Ada yang bilang, bila takut sakit hati jangan mencoba untuk mencintai, namun terlepas dari itu, pacaran sebaiknya dijadikan pembelajaran untuk bertanggung jawab.

Dalam pacaran yang "jalani saja dulu" sebenarnya ada hal yang cukup memberatkan, kita tidak tahu kemana hubungan ini akn terus, karena berniat serius, tidak ada komitmen "sampai menikah" namun untuk bermain-main, tentulah sangat tidak baik dan membuang waktu. namun, terlepas dari itu kesetiaan tetap hal yang sangat penting.

Mungkin banyak orang menganggap setia itu adalah hal yang bodoh, karena bisa saja lawan jenis berlaku sebaliknya, namun itulah prinsip yang aku pegang, tidak perduli se-ortodoks ataupun sekolot apa orang menganggap, bagiku kesetiaan bukanlah hal yang mudah dibuang. Sudah menjadi jalanku, untuk menghabiskan jalan dengan setia. Kau harus tau, kata yang kuucap tidak akan pernah mudah untuk kubuang. Kau harus tahu, aku akan berjuang sampai akhir. Aku hanya akan berhenti bila Allah memang mentakdirkan lain, atau bila ajal menjemput.

Sunday, July 3, 2011

Quote

"Every person must have a deficiency. In each of shortage, sometimes lies many advantages of each ,even more than that."

kata - kata yang pernah diberikan mbem :)

Tuesday, June 28, 2011

Abdul - Agar Kau Mengerti

Aku tak pernah bisa
Tuk kau beri dunia
Aku tak pernah bisa
Tuk kau beri setumpuk kata cinta


Yang aku ingin hanyalah pengertianmu
Tuk sedikit saja pahami maksudku
Yang aku ingin hanyalah agar kau mau
Sekedar mengerti aku


Aku tak pernah minta
Untuk semua waktumu
Aku tak pernah minta
Kau beri semua yang engkau punya


Yang aku ingin hanyalah pengertianmu
Tuk sedikit saja pahami maksudku
Yang aku ingin hanyalah agar kau mau
Sekedar mengerti aku.. wuu.. uuuwuuu…


Duruuduuu Duuuduuu


Yang aku ingin hanyalah pengertianmu
Tuk sedikit saja pahami maksudku
Yang aku ingin hanyalah agar kau mau
Sekedar hoo oww wooo


Yang aku ingin hanyalah pengertianmu
Tuk sedikit saja pahami maksudku
Yang aku ingin hanyalah agar kau mau
Sekedar mengerti aku.. uuu..
Mengerti aku.. uuuu….


Koleksi Abdul yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Abdul – Agar Kau Mengerti







Download Youtube Video Clip Abdul – Agar Kau Mengerti

Thursday, June 9, 2011

Im child

Setiap manusia pasti akan menemui suatu masalah, besar ataupun kecil, susah ataupun mudah.
Sudah seharusnya kita menghadapinya dan bukan malah melarikan diri.
Setiap masalah akan membuat kita semakin kuat dan dewasa.
Dengan kerendahan hati akan kita sadari, betapa belum dewasanya kita, masih lemahnya kita, dan angkuhnya kita.


Aku belum dewasa, yah..ternyata aku masih kalah =)